Oleh : Dewi Yanuarita S.Ip
Periode " Golden Age " atau masa keemasan anak adalah masa yang terjadi
pada anak usia dini mulai usia 0 s/d 3 tahun, dimana pada masa ini
sel-sel otak anak berkembang sangat cepat hingga 80 persen.
Pada usia tersebut otak mampu menerima dan menyerap berbagai macam
informasi,
tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa dimana perkembangan
fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu,
banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age)."
Golden Age " ini tidak akan pernah terulang kembali, karena itulah
dimasa ini peran orangtua dengan memberikan stimulasi atau rangsangan
yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjadikan sel-sel otak anak
berkembang dengan baik sehingga anak mampu meningkatkan pengetahuannya ,
stimulasi juga mampu membentuk karakter anak sejak usia dini.
Proses memberikan stimulasi atau rangsangan pada anak usia dini secara
terus-menerus dan tepat sesuai dengan tingkat usia, kemampuan dan
kemauan anak akan memberi hasil yang baik.Proses ini ibarat mengukir
diatas batu, yang membutuhkan waktu yang lama tetapi memberi hasil yang
sempurna yang akan tertanam dengan kuat dalam otak mereka yang tidak
mudah terhapus.
Sebagai orangtua kita berkewajiban memberikan yang terbaik untuk anak ,
yang sesungguhnya bukan hanya memberikan materi tetapi lebih dari itu
sebagai orangtua kita harus mampu memberikan stimulasi bahkan sejak anak
masih dalam kandungan.Banyak penelitian yang menjelaskan korelasi
antara stimulasi yang diberikan kepada anak sejak anak masih dalam
kandungan bahkan sejak anak usia 0 s/d 6 tahun.
Berdasarkan pengalaman selama saya mengajar dan memberikan stimulasi
pada anak usia dini di PIKA RIMBACA BSR jelas terbukti bahwa proses
stimulasi yang tepat akan memberi hasil yang tepat juga.Stimulasi yang
diberikan sesuai tahapan usia, kemampuan dan kemauan anak serta dalam
proses yang menyenangkan tanpa ada paksaan pada anak. Pengalaman
mengajar secara langsung dengan usia, karakter, kemampuan anak membuat
saya semakin mengerti dengan kebutuhan anak mendapatkan stimulasi sesuai
dengan tahapan usianya, berikut tahapan memberikan stimulasi pada
anak sesuai dengan metode dan tahapan perkembangan anak selama saya
mengajar anak usia dini.
Stimulasi Sesuai Tahapan Usia
Usia 0 - 3 bulan
Utamanya anak membutuhkan rasa nyaman, aman serta yang paling penting adalah menyenangkan, karena kita tidak bisa lupakan bahwa hak utama anak adalah "bermain " karena itu berikan anak stimulasi yang mengutamakan rasa nyaman, aman, dan menyenangkan. Hal paling sederhana yang bisa orangtua lakukan dengan cara memeluk, menggendong, menatap mata anak, berbicara atau mengajaknya tersenyum. Mainan yang digantung dengan warna-warna menarik dan mengeluarkan bunyi-bunyian juga merupakan stimulasi yang menyenangkan bagi anak. Menjelang akhir usia 3 bulan, cobalah melatihnya tengkurap, telentang atau menggulingkannya ke kanan dan kiri. Stimulasi anak untuk meraih dan memegang mainan, jika tangannya sudah cukup kuat.
Utamanya anak membutuhkan rasa nyaman, aman serta yang paling penting adalah menyenangkan, karena kita tidak bisa lupakan bahwa hak utama anak adalah "bermain " karena itu berikan anak stimulasi yang mengutamakan rasa nyaman, aman, dan menyenangkan. Hal paling sederhana yang bisa orangtua lakukan dengan cara memeluk, menggendong, menatap mata anak, berbicara atau mengajaknya tersenyum. Mainan yang digantung dengan warna-warna menarik dan mengeluarkan bunyi-bunyian juga merupakan stimulasi yang menyenangkan bagi anak. Menjelang akhir usia 3 bulan, cobalah melatihnya tengkurap, telentang atau menggulingkannya ke kanan dan kiri. Stimulasi anak untuk meraih dan memegang mainan, jika tangannya sudah cukup kuat.
Usia 3 - 6 bulan
Stimulasi anak untuk tengkurap, telentang, bolak- balik, serta duduk. orangtua
bisa menambahkan stimulasi dengan mengajaknya bermain "cilukba".
Usia 6 - 9 bulan
Di usia ini, orangtua bisa mulai
meningkatkan stimulasi, dengan cara melatih tangan anak bersalaman,
duduk dan berdiri sambil berpegangan. Penting juga bagi orangtua untuk mulai
membiasakan diri membacakan dongeng untuk si kecil sebelum tidur.
Usia 9 - 12 bulan
Mulailah membiasakan anak mendengar verbal kembar seperti
mama,papa,bobo,pipi,gigi,kuku,yoyo,susu , karena kata ini adalah kata
yang mudah diingat dan yang paling penting dalam memberikan stimulasi
pada anak harus dimulai dari hal yang paling mudah bagi anak. Selain itu
ajarilah anak memanggil
mama-papa , . Orangtua juga sudah bisa melatih anak untuk berdiri, berjalan dengan berpegangan, meminum dari gelas,
menggelindingkan bola, dan bermain memasukkan mainan ke wadah.
Usia 12 - 18 bulan
Stimulasi anak dengan bermain bersama menyusun
kubus, menyusun potongan gambar sederhana, memasukkan dan mengeluarkan
benda kecil dari wadahnya, atau bermain boneka. Ajari juga ia cara
menggunakan peralatan makan dan memegang pensil lalu biarkan ia
mencoret-coret kertas dengan pensil warna. Lanjutkan stimulasi dengan
melatihnya berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga,
menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah
sederhana, menyebutkan nama, dan menunjukkan benda-benda.
Usia 18 - 24 bulan
Di usia ini mulailah merangsang anak dengan mengajaknya berdialog,
memintanya menyebutkan, dan menunjukkan bagian tubuh
seperti mata, hidung, telinga, dan mulut. Minta pula ia menyebutkan
nama-nama binatang, gambar atau benda-benda di sekitar rumah. Cobalah
membiasakan mengajak si kecil berbicara tetap dengan lafalyang jelas
tentang kegiatan sehari-hari
(makan, minum, mandi, main, dan sebagainya). Latih ia menggambar
garis, mencuci tangan, memakai celana, baju, melempar bola, dan
melompat. Pada masa ini juga biasakanlah anak untuk mendengarkan lafal
atau ucapan dengan jelas, tidak dicadel-cadelkan.Biasakan juga untuk
melakukan kontak mata pada anak ketika berkomunikasi.
Usia 2 - 3 tahun
Saatnya orangtua mengajari anak untuk
mengenal warna, menghitung benda, menggunakan kata sifat (besar-kecil,
panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit), menggambar garis,
lingkaran dan manusia. Ajari pula cara memakai baju, menyikat gigi,
buang air kecil dan besar di toilet. Stimulasi juga bisa diberikan
dengan mengajaknya latihan berdiri satu kaki, menyebutkan nama teman,
bermain kartu, boneka, dan masak-masakan.
Usia 3 tahun ke atas
Stimulasi yang bisa orangtua
berikan pada anak lebih mengarah pada pengembangan kemampuan kognitif,
psikomotorik, dan bahasa serta untuk kesiapan
sekolahnya. Ajari ia melakukan motorik kasar seperti berlari, senam
sehat, lalu latih juga motorik halusnya seperti memegang pensil dengan
baik, menulis,latih juga kognitif anak dengan mengenalkan huruf dan
angka,mengenalkan bunyi verbal kembar, berhitung sederhana, mengerti
perintah sederhana, buang
air kecil dan besar di toilet, berbagi dengan teman, serta kemandirian.
Stimulasi awal pada anak harus diberikan oleh orangtua dirumah, setelah itu , stimulasi juga bisa dilakukan di kelompok bermain
dan taman kanak-kanak.
Lebih dari itu semua hendaknya kita mengerti hakikat dasar kebutuhan
utama anak yaitu "bermain" karena itu mari kita mulai memberikan
stimulasi pada anak sambil bermain sehingga tercipta suasana yang
menyenangkan tanpa ada paksaan terhadap anak.Sehingga anak akan tumbuh
berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan dan kemauannya yang
pastinya juga akan sesuai harapan dan doa orangtua.amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar