»

Halaman

Rabu, 13 November 2013

LOWONGAN PEKERJAAN GURU / MOTIVATOR ANAK

PIKA RIMBACA BSR Sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang berkembang pesat membutuhkan tenaga-tenaga profesional sebagai GURU / MOTIVATOR ANAK PART DAN FULL TIME untuk ditempatkan di Pamulang 2 Pondok Benda dengan kriteria sebagai berikut :

* Wanita / Pria
* Usia minimal 18 tahun maksimal 35 tahun
* Pendidikan minimal SMA/Sederajat
* Memiliki sifat penyabar
* Menyukai dunia anak dan  pendidikan anak usia dini
* Berpenampilan rapi dan sopan

Bagi yang memenuhi kriteria diatas, silakan datang langsung dengan membawa surat lamaran dan CV lengkap ke :
PIKA RIMBACA BSR
PERUMAHAN BUMI SERPONG RESIDENCE
BLOK B30 JL. GUNUNG SEMERU
PAMULANG 2 PONDOK BENDA
TANGERANG SELATAN 15415
 TELP: 021-97343264
DENGAN IBU DEWI

Rabu, 25 September 2013

20 Hal PENTING Komunikasi Asyik Dengan Anak

Ini adalah salah satu contoh berkomunikasi asyik dengan si Anak :

1.Pentingnya Rasa Aman

Orang tua tidak selalu dapat memberikan rasa aman, tetapi mereka bisa menaungi anak-anak dengan pelukan cinta kasih. Terlalu melindungi (overprotektif) atau membiarkan apa pun (permisif) bukanlah cara tepat untuk memberikan rasa aman.

2. Ekspresi Perasaan atau Kebutuhan

Masalah baru senantiasa muncul; anak-anak membutuhkan tempat untuk menyampaikan masalahnya. Tempat yang tepat adalah orangtuannya. Ekspresi anak bermacam-macam; yang penting, anak berani mengekspresikannya.

3. Komunikasi yang Menyenangkan

Dimulai dengan bibit-bibit rasa cinta, sayang, dan aman; komunikasi adalah salah satu kunci penting. Dizaman serba cepat sekarang ini, dibutuhkan komunikasi yang berkualitas. Anak-anak melakukan 93% komunikasi nonverbal.

4. Menetapkan Aturan

Aturan dibutuhkan dalam keluarga agar semuanya merasa nyaman dan segala sesuatu yang dilakukan mengandung peran dan tanggung jawab. Aturan yang diterapkan harus jelas dan dipatuhi secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga.

5. Seni Bernegosiasi

Bernegosasi bukanlah memaksakaan kehendak dan keinginan kita untuk dituruti oleh anak. Negoisasi penting agar anak merasa dihargai pendapatnya. Ketegasan orang tua (bukan kekerasan) perlu ditampilkan secara tepat kondisi; bukan menujukan kekuasan atau senioritas.

Rabu, 11 September 2013

“Jadi Orangtua : Status, Gaya Hidup atau Tameng”

Mmmmmmm beberapa hari ini cuaca lagi panas-panasnya ya..tapi tetap bersyukur karena cucian jadi pada cepat kering hehehehehe, selain itu kasur dan teman-temannya juga kebagian jatah dijemur, semua yang dinikmati jadi asik-asik aja.
Kali ini saya ga akan mengomentari dan menulis tentang cuaca ekstrem yang lagi melanda negara kita tercinta, tapi saya akan lebih mengulas dan coba menganalisa ke-ekstreman para “orangtua” yang baru menjadi “orangtua”  tapi kembali lagi , dalam tulisan ini saya tidak ingin  menghakimi atau memandang rendah siapapun, tetapi pengalaman yang akan saya tuangkan ini , menjadi pelajaran dan pengalaman berharga khususnya untuk saya dan suami yang ingin menjadi orangtua, dan umumnya untuk semua yang membacanya.
Sudah sekitar jam 4 sore tapi alhamdulillah cuaca masih terang benderang, dan sempat sedikit mengurungkan niat saya untuk beberes teras hehehehehe ya beda-beda tipis antara malas dan pembenaran alasan karena cuaca hahahaha, tapi tekad saya untuk memperindah dan mempercantik teras saya terlaksana juga karena beneren ya mata saya sepeeeettttt banget kalo lihat sampah dimana-mana, daun-daun kering yang jatuh minta giliran disapu ada dimana-mana.Jadi meski cuaca lagi ekstrem ( jaelah cuaca lagi yang dijadiin tameng hehehehe maafkan aq y cuaca ) setelah mandi sore pastinya saya langsung keluar rumah lengkap dengan perlengkapan sapu lidi dan teman2nya. Wah ternyata cuaca ga seekstrem yang terlihat dari dalam rumah, apa karena saya udah mandi ya jadi ga berasa panasnya hehehehe, jadi dimulailah ritual saya untuk jadi ijah yang khusus merawat teras rumah.

Bersyukur, Bahagia dan Bangganya Jadi Istri Yang Dipercaya Suami ^_^

Ga kerasa sudah hampir 4 tahun kt b2 menjalani kehidupan rumah tangga dengan segala ceritanya. Baik susah senang, sedih bahagia, sakit sehat, alhamdulillah sampai hari ini masih bisa kita lewati dan lalui dengan baik.
Sedikit mau berbagi pengalaman dan cerita yang in sha allah bisa menjadi inspirasi bagi yang membacanya :)  Kali ini saya mau berbagi cerita betapa bersyukurnya saya menjadi istri yang dipercaya oleh suami, khususnya dalam hal keuangan, karena tidak semua istri mendapat kepercayaan yang luar biasa dari suami.
Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang alhamdulillah setelah lama bekerja diluar rumah, diberi keberanian dan kekuatan untuk total berperan sebagai ibu yang bekerja dari rumah:) dengan memanfaatkan kelebihan dan talenta yang Allah SWT berikan untuk saya. Tapi saya tidak akan bercerita mengenai kegiatan saya sebagai ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah, tetapi sekali lagi saya ingin bercerita indahnya mendapat kepercayaan suami.