Ini adalah salah satu contoh berkomunikasi asyik dengan si Anak :
1.Pentingnya Rasa Aman
Orang tua tidak
selalu dapat memberikan rasa aman, tetapi mereka bisa menaungi anak-anak
dengan pelukan cinta kasih. Terlalu melindungi (overprotektif) atau membiarkan apa pun (permisif) bukanlah cara tepat untuk memberikan rasa aman.
2. Ekspresi Perasaan atau Kebutuhan
Masalah baru senantiasa muncul; anak-anak membutuhkan tempat untuk menyampaikan masalahnya. Tempat yang tepat adalah orangtuannya. Ekspresi anak bermacam-macam; yang penting, anak berani mengekspresikannya.
3. Komunikasi yang Menyenangkan
Dimulai dengan bibit-bibit rasa cinta, sayang, dan aman; komunikasi adalah salah satu kunci penting. Dizaman serba cepat sekarang ini, dibutuhkan komunikasi yang berkualitas. Anak-anak melakukan 93% komunikasi nonverbal.
4. Menetapkan Aturan
Aturan dibutuhkan dalam keluarga agar semuanya merasa nyaman dan segala sesuatu yang dilakukan mengandung peran dan tanggung jawab. Aturan yang diterapkan harus jelas dan dipatuhi secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga.
5. Seni Bernegosiasi
Bernegosasi bukanlah memaksakaan kehendak dan keinginan kita untuk dituruti oleh anak. Negoisasi penting agar anak merasa dihargai pendapatnya. Ketegasan orang tua (bukan kekerasan) perlu ditampilkan secara tepat kondisi; bukan menujukan kekuasan atau senioritas.
3. Komunikasi yang Menyenangkan
Dimulai dengan bibit-bibit rasa cinta, sayang, dan aman; komunikasi adalah salah satu kunci penting. Dizaman serba cepat sekarang ini, dibutuhkan komunikasi yang berkualitas. Anak-anak melakukan 93% komunikasi nonverbal.
4. Menetapkan Aturan
Aturan dibutuhkan dalam keluarga agar semuanya merasa nyaman dan segala sesuatu yang dilakukan mengandung peran dan tanggung jawab. Aturan yang diterapkan harus jelas dan dipatuhi secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga.
5. Seni Bernegosiasi
Bernegosasi bukanlah memaksakaan kehendak dan keinginan kita untuk dituruti oleh anak. Negoisasi penting agar anak merasa dihargai pendapatnya. Ketegasan orang tua (bukan kekerasan) perlu ditampilkan secara tepat kondisi; bukan menujukan kekuasan atau senioritas.