Mmmmmmm beberapa
hari ini cuaca lagi panas-panasnya ya..tapi tetap bersyukur karena cucian jadi
pada cepat kering hehehehehe, selain itu kasur dan teman-temannya juga kebagian
jatah dijemur, semua yang dinikmati jadi asik-asik aja.
Kali ini saya ga
akan mengomentari dan menulis tentang cuaca ekstrem yang lagi melanda negara
kita tercinta, tapi saya akan lebih mengulas dan coba menganalisa ke-ekstreman
para “orangtua” yang baru menjadi “orangtua”
tapi kembali lagi , dalam tulisan ini saya tidak ingin menghakimi atau memandang rendah siapapun,
tetapi pengalaman yang akan saya tuangkan ini , menjadi pelajaran dan
pengalaman berharga khususnya untuk saya dan suami yang ingin menjadi orangtua,
dan umumnya untuk semua yang membacanya.
Sudah sekitar
jam 4 sore tapi alhamdulillah cuaca masih terang benderang, dan sempat sedikit
mengurungkan niat saya untuk beberes teras hehehehehe ya beda-beda tipis antara
malas dan pembenaran alasan karena cuaca hahahaha, tapi tekad saya untuk
memperindah dan mempercantik teras saya terlaksana juga karena beneren ya mata
saya sepeeeettttt banget kalo lihat sampah dimana-mana, daun-daun kering yang
jatuh minta giliran disapu ada dimana-mana.Jadi meski cuaca lagi ekstrem (
jaelah cuaca lagi yang dijadiin tameng hehehehe maafkan aq y cuaca ) setelah
mandi sore pastinya saya langsung keluar rumah lengkap dengan perlengkapan sapu
lidi dan teman2nya. Wah ternyata cuaca ga seekstrem yang terlihat dari dalam
rumah, apa karena saya udah mandi ya jadi ga berasa panasnya hehehehe, jadi
dimulailah ritual saya untuk jadi ijah yang khusus merawat teras rumah.